belummandi

Avatar'bisa-bisanya basa-basi' - 'biasa basa-basi sebisanya'

Hidup Tanpa Rokok Itu Mudah

Begitu banyak artikel, peringatan dan kampanye tentang bahaya rokok. Namun sebaliknya, semakin gencar dan semakin kreatif pula iklan rokok. Penikmat tembakau bakar ini pun seolah tak peduli jika sewaktu-waktu rokok benar-benar bisa membunuh mereka.

”Membunuh? Ah jangan berlebihan lah...” begitu kata seseorang yang jika diperhatikan mirip knalpot motor 2 tak.

Peringatan yang tercantum di tiap bungkus rokok bagaikan tak bermakna. Seolah orang tidak takut bahaya kanker, gangguan jantung, impotensi maupun gangguan kehamilan dan janin.

"Lah, laki-laki kan nggak hamil? Merokok saja terus, sakit jantung kan kalau sudah tua, baru deh berhenti merokok..." kembali Primuk (pria muka knalpot) beralasan.

Sebenarnya banyak kasus penyakit yang berujung kematian akibat rokok. Namun, ancaman kematian bagaikan di awang-awang. Saya membayangkan, bagaimana jika peringatan pemerintah itu ditulis dengan bahasa yang bombastis. Misalnya, merokok dapat mengakibatkan kemiskinan akut, jodoh seret, kegilaan menahun, serta bisa menyebabkan kesialan tujuh turunan.

Bagi saya yang bukan perokok, ancaman kemiskinan akut dan jodoh seret adalah alasan utama kenapa saya tidak doyan merokok. Membeli rokok yang harganya sekitar Rp 5000 perbungkus terus terang bukan sebuah pilihan ekonomis. Uang saku saya sejak usia sekolah jelas tidak mencukupi untuk anggaran rokok karena saya lebih memilih menggunakannya untuk kesenangan lain, misalnya beli majalah atau jajan bakso.

Setelah mulai kenal naksir-naksiran dengan lawan jenis, ancaman jodoh seret mulai menghantui saya jika memutuskan merokok. Hal ini disebabkan oleh survey kecil-kecilan yang pernah saya lakukan bahwa ternyata sebagian besar cewek yang saya taksir tidak menyukai pria perokok.

Kebiasaan merokok biasanya ditularkan melalui pergaulan. Kurang gaul, tidak jantan dan bermacam cap lainnya kerap ditujukan pada orang yang tidak merokok. Nah, saya ingin berbagi tips bagaimana caranya menghadapi tawaran untuk merokok.

1. Cuek. Biasanya orang meletakkan rokok di meja agar orang lain mengambilnya. Jika Anda menghadapi situasi ini, cuekin saja. Pura-puralah sibuk dengan kegiatan lain, misalnya garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal.

2. Tolaklah dengan halus. Usahakan memakai alasan yang masuk akal dan mematikan. ”Maaf, saya lagi nggak mood merokok, kalau sate kambing mau deh...” atau ”Aduh, tenggorokan saya lagi kering nih, permen aja ada nggak?” atau ”Ya, nanti saja, sekarang lidah saya masih terasa nikmatnya gado-gado yang baru saja saya makan., hmmm...”

3. Tolaklah dengan agak jujur. ”Maaf saya tidak merokok, dokter saya bilang kalau saya merokok umur saya tidak akan lama dan hidung saya bakal tambah pesek, huuu...” lalu mulailah menangis.

Namun, jangan sekali-kali berbohong dengan fatal. Misalnya seperti dalam cuplikan dialog sebagai berikut;

"Silakan Mas, rokok kretek paling elegan nih, ayo jangan malu-malu."

"Aduh maaf Pak, saya tidak biasa dengan rokok kretek, saya biasa putihan sih..."

"Oh.. biasa merk apa?"

"Ehmmm... itu tuh A Ming, wah sayangnya saya lagi nggak bawa nih, mana warung juga jauh..." (inilah yang dinamakan kebohongan fatal).

"Kebetulan Mas, ini saya juga bawa sebungkus, diskon seribu rupiah buat Mas deh, murah kan..? Merk lain juga ada kok, tinggal pilih..."

"...."

Ternyata si Bapak yang menawarkan rokok adalah pedagang rokok keliling.

Seringkali orang terhasut pada alasan bahwa perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka dia pun ikut menjadi perokok. Yakinlah bahwa dalam sehari kita mungkin hanya sekali waktu berada di lingkungan para perokok. Selebihnya kita bisa pilih aktivitas di tempat yang bebas rokok, terutama saat tidur.

Percaya diri sebagai bukan perokok atau ketika berhenti sebagai pecandu rokok sangat penting. Mungkin bagi sebagian orang status sebagai antirokok menjadi penuh dilema, apalagi jika dikaitkan dengan pergaulan. Namun, bukankah banyak cara untuk bergaul, tanpa kita perlu takut menolak ikut merokok? Jadi jika sampai Anda dipaksa bahkan diancam diculik jika tidak mau ikut merokok, segeralah lapor ke Puskesmas terdekat. Pastikan para perokok itu mendapat pencerahan dari dokter setempat.

Hidup tanpa rokok sebenarnya mudah, karena hidup tak melulu tentang rokok. Berhentilah jika ingin berhenti, sebelum terlambat. Hidup ini terlalu lucu untuk terus diasapi dengan tembakau. Beralihlah ke asap sate ayam, itu lebih nikmat. Ah, jadi lapar. (wku)

18 comments:

8:22 PM yoan said...

wah...' ga merokok toh :p *mata berbinar2 ala pelem kartun jepang*

Setuju banget... bukan anti terhadap orang yang merokok maupun rokok itu sendiri....tapi bener banget...

*rokok bisa menjauhkan dirimu dari wanita-wanita cantik bro*

4:27 PM mpokb said...

baru aja aye baca di buku tentang mitos yg keliru, bung. ternyata rokok bernikotin rendah cuma mitos. "perokok sungguhan" cenderung menyesuaikan diri dengan kadar kecanduannya. misalnya sekali waktu cuma merokok sebatang, begitu pindah ke rokok bernikotin rendah, dia akan menambah dosis jadi dua batang atau menghirup lebih kuat. masuk akal juga yak?

5:38 PM tukang ketik said...

setiap ada tawaran merokok ke saya, saya bilang "jangan nyetanin gue yeh..."

hidup jadi lebih berarti tanpa rokok

9:22 PM kenny said...

anti rokok tp bukan anti perokok soalnya suamiku perokok sih :D, kadang kliatan seksi gitu klo gi ngerokok

10:03 PM rien said...

perokok (P) dan bukan perokok (BP):

P : enak loh! klu ngerokok pasti ngga ngerasain tua dan ubanan!
BP : kok bisa?
P : iya! belon tua udah ko'it karena rokok!

wekekekekekkkk...

8:09 AM bocah kidul sar jongke said...

dijakarta merokok 76 itu bak melestarikan budaya leluhur ku di solo, ngo loh mas...

2:59 PM oO iNasHa Oo said...

hhii..
jgn sampe kna rokok!
sayang bgt ma tubuh sendiri.

kata guru saya,,
merokok bikin awet muda lho om.
hhaha. :D

5:54 PM MaIDeN said...

tolaklah dengan halus,
sikat rokok yang ditawarkan, jangan habiskan, matikan dan minta lagi. Usahakan yang punya rokok mengerti bahwa anda sebenarnya tidak suka rokok dan hanya ingin menghabiskan rokoknya saja :D

10:01 AM Kang Kombor said...

Aku tidak suka hidup yang mudah. Oleh karena itu, aku merokok.

8:14 PM NiLA Obsidian said...

hehe.....seneng bgt nih aku.....bbrp hr ini BW bnyk bgt yg posting tentang ini.....

coba suamiku baca....pasti dia langsung brenti pindah ke sate kambing....*hiks udah gitu ngerokok lagi*.....

ayo bikin partai perokok pasiffff....

12:57 PM vivi said...

SETUBUHHHHH EH SETUJUUUUUUU .... bakar rokok ehhh MUSNAHKAN ROKOKKKKK!!!! begitu gw baca primuk ( pria muka knalpot ) langsung saya teringat pria-pria yg ada di board iklan rokok kok tampangnya malah keik muka cowok kalender yah bukan keik knalpot 2 tak ekekekekke

1:36 PM pyuriko said...

Uang koq di bakar sih :D

11:15 PM Iman Brotoseno said...

buru buru matiin..lagi ngerokok sambil baca postigan ini ..he he

1:47 PM Pinkina said...

setujuuuuuuuuuuuuuu...........
aku sesek lek kenek asap :(

2:50 PM titiw said...

Hihihi.. iyah banget tuh mas. Saya juga agak males sebenernya dekat (secara romance, bukan secara geografis) dengan cowok perokok. Udah gitu, kalo bener saya jadi ama dia, trus dia impoten gemanah? lahh.. situ oke kagak beranak. Lah guah? rugi luar dalem atas bawah depan belakang bukan? masa depan ancur minah kalo berurusan ama beginian.. hehehehe...

3:27 PM areta said...

pede ajah, biarpun gak ngrokok.
klo lw diejek2 krn gak ngrokok, blagak profesor ajah jelasin akibatnya.
neh, yg paling penting bwt cowok tuh IMPOTENSI. itu kan salah satu akibad juga.
selain itu, bikin JELEK.
makanya cewek gak suka cowok ngerokok. selain impoten, bau (badan n mulut), gigi n matanya kuning.

11:51 AM maman said...

Salam kenal,
Selain alasan² itu, kalo merokok itu menimbulkan sampah, terutama puntungnya...

Jadi....
Bagi para perokok yang budiman (huek...) tolong bantu kurangi sampah dengan merokok sampai habis, babar blas....

trims.

9:33 AM www.mediaku88.blogspot.com said...

Mau berhenti merokok langsung niat aja tanpa kompromi,jangan pakai pertimbangan macam2 seperti mengurangi jumlah rokok atau apa saja.... itu tetap aja merokok.
Saya dijajah benda laknat 9cm itu selama 25thn, tapi akhirnya merdeka dan bebas hidup tanpa rokok. ya itu niat obatnya.. try it